{"id":4211,"date":"2023-03-15T03:10:28","date_gmt":"2023-03-15T03:10:28","guid":{"rendered":"https:\/\/bem.fmipa.unej.ac.id\/?p=4211"},"modified":"2023-03-15T03:10:28","modified_gmt":"2023-03-15T03:10:28","slug":"episode-2-ilmu-pedia-aplikasi-fisika-pada-gitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=4211","title":{"rendered":"EPISODE 2 &#8211; ILMU PEDIA &#8220;APLIKASI FISIKA PADA GITAR&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Aplikasi Fisika Pada Gitar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/1-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4212\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Gitar adalah salah satu jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik baik dimainkan secara solo gitar, maupun dalam bentuk ansambel. Gitar juga merupakan alat musik yang paling populer dan paling umum didunia atau di kalangan masyarakat. Gitar pada masa sekarang ini menjadi alat yang paling banyak bisa dimainkan jika dibandingkan dengan alat musik lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4213\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Kata Gitar atau guitar dalam bahasa inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada tahun 1500 SM yang dikenal citra atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tambur pada tahun 300 SM. Tambur persia dikembangkan oleh bangsa yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa romawi.<\/p>\n<p><strong>Lalu bagaimana sih cara gitar mengeluarkan suara?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/3-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4214\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Gitar memiliki beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Soundboard adalah bagian yang paling besar yaitu tubuh gitar itu sendiri. Saddle adalah bagian untuk menyaring getaran yang dihasilkan oleh senar. Bridge Print adalah bagian seperti lubang untuk tiap senar. Board adalah bagian seperti kayu untuk menahan senar gitar. <\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/4-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4215\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Senar gitar ketika dipetik, maka akan menghasilkan getaran-getaran. Getaran tersebut nantinya merambat dan akan ditangkap atau disaring oleh saddle. Getaran tersebut kemudian disalurkan menuju bridge. Hal tersebut akan membuat soundboard menjadi bergetar dan menghasilkan suara dalam medium kosong yang ada dalam gitar. Suara tersebut akan dikeluarkan melalui lubang yang ada pada bagian tengah gitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/5-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4216\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Gelombang yang dihasilkan pada saat senar gitar dipetik yaitu gelombang stasioner atau gelombang berdiri. Senar yang akan dipetik, maka akan berubah panjangnya (L). Ketika senar gitar selesai dipetik, maka akan menghasilkan panjang gelombang yaitu L\/2. Aktivitas memetik senar gitar menyebabkan berubah panjang senarnya atau mengubah panjang gelombang yang dihasilkan. Frekuensi suara yang dihasilkan akan berubah seiring dengan dipetiknya senar pada gitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/6-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4217\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Terdapat satu bagian dari gitar yang memiliki fungsi sangat penting yaitu frets. Frets berguna sebagai pembatas posisi yang terbuat dari logam untuk menyempurnakan suara senar. Jadi, fret pada gitar akan memiliki jarak yang berbeda untuk menghasilkan nada yang berbeda pula. <\/p>\n<p>Source : <a href=\"https:\/\/iseng-project.id\/blog\/gitar-dari-sisi-fisika\/\">https:\/\/iseng-project.id\/blog\/gitar-dari-sisi-fisika\/<\/a><br \/>\nThankyou for your time sobat.<br \/>\n_________________________________________<br \/>\nFollow us on :<br \/>\n\ud83d\udccc Instagram: @bem.fmipa.unej<br \/>\n\ud83d\udccc Website    : bem.fmipa.unej.ac.id<br \/>\n\ud83d\udccc Spotify      : BEM FMIPA UNEJ<br \/>\n\ud83d\udccc LinkedIn    : BEM FMIPA UNEJ<br \/>\n\ud83d\udccc YouTube   : BEM FMIPA UNEJ<\/p>\n<p>#BEMFMIPA2023<br \/>\n#CHAKRABHIPRAYA2023<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aplikasi Fisika Pada Gitar &emsp;&emsp;Gitar adalah salah satu jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik baik dimainkan secara solo gitar, maupun dalam bentuk ansambel. Gitar juga merupakan alat musik yang paling<a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=4211\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,11],"tags":[],"class_list":["post-4211","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-pedia","category-medkominfo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4211"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4211\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}