{"id":3531,"date":"2022-07-17T15:34:18","date_gmt":"2022-07-17T15:34:18","guid":{"rendered":"https:\/\/bem.fmipa.unej.ac.id\/?p=3531"},"modified":"2022-07-17T15:34:18","modified_gmt":"2022-07-17T15:34:18","slug":"eating-disorder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=3531","title":{"rendered":"#7 ARTIKEL-EATING DISORDER"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>EATING DISORDER<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/eating-disorder-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3532\" srcset=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/eating-disorder-300x300.png 300w, https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/eating-disorder-1024x1024.png 1024w, https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/eating-disorder-150x150.png 150w, https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/eating-disorder-768x768.png 768w, https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/eating-disorder.png 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>  <\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Tahu gak sih kalian apa itu eating disorder atau bisa juga disebut dengan gangguan makan? Eating disorder atau gangguan makan adalah kondisi pada seseorang terkait dengan perilaku makan yang tidak normal sehingga dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan, emosi, dan kemampuan untuk bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Penderita gangguan makan bisa mengonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan, dan biasanya terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuhnya. Kondisi ini juga termasuk ke dalam kategori penyakit mental loh sehingga mampu memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mendapatkan nutrisi yang sesuai. Terus akibatnya apa? Akibatnya yaitu dapat membahayakan jantung, sistem pencernaan, tulang, gigi dan mulut, serta memicu penyakit lainnya. Gangguan makan ini dapat terjadi di semua usia tetapi lebih sering dialami oleh remaja usia 13-17 tahun dan orang dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Ada beberapa jenis eating disorder, tetapi 3 jenis yang paling sering terjadi yaitu anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>1.\tAnoreksia nervosa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan badan yang terlalu kurus dan takut dengan naiknya berat badan. Orang yang mengalami gangguan makan anoreksia umumnya menganggap diri mereka kelebihan berat badan meskipun sebenarnya mereka sangat kurus. Mereka cenderung terus memantau berat badan mereka, menghindari makan jenis makanan tertentu, dan sangat membatasi asupan kalori mereka. Anoreksia umumnya dialami oleh para remaja atau dewasa muda dan cenderung lebih banyak dialami oleh para wanita.<br \/>\nGangguan makan anoreksia dapat merusak tubuh karena seiring berjalannya waktu, individu yang mengalami anoreksia dapat mengalami penipisan tulang, ketidaksuburan, dan rambut serta kuku yang rapuh. Dalam kasus yang lebih parah, anoreksia dapat menyebabkan gagal jantung, multiple organ dysfunction syndrome (MODS), dan kematian. Selain itu, penderita juga bisa mengalami depresi dan sangat putus asa hingga melakukan percobaan bunuh diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2.\tBulimia nervosa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang membuat penderitanya makan dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat tetapi diikuti dengan usaha untuk menghilangkan makanan yang telah masuk tersebut. Cara menghilangkannya yaitu dengan memuntahkan makanan secara terpaksa, minum obat pencahar (obat penekan nafsu makan), atau olahraga secara berlebihan. Hal ini karena mereka merasa bersalah, malu, dan takut akan kenaikan berat badannya karena sudah makan secara berlebihan. Orang dengan kondisi ini juga akan merasakan stres karena terus memikirkan badan dan bentuk tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Bulimia cenderung berkembang selama masa remaja dan dewasa awal dan lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.<br \/>\nGejala dari bulimia tampak sangat mirip dengan subtipe anoreksia nervosa tetapi individu dengan bulimia biasanya lebih memilih untuk mempertahankan berat badannya daripada kehilangan banyak berat badan.<br \/>\nPada kasus yang parah, bulimia juga dapat membuat ketidakseimbangan kadar elektrolit, seperti natrium, kalium, dan kalsium. Hal ini dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>3.\tBinge eating disorder atau gangguan makan berlebihan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Binge eating disorder adalah gangguan makan yang sulit sekali mengendalikan perilaku untuk terus makan sehingga dapat menyebabkan penderitanya makan secara berlebihan. Penderitaannya akan makan dengan cepat atau makan lebih banyak dari yang diinginkan bahkan saat tidak lapar sekalipun. Penderita dapat memakan semua jenis makanan tetapi seringkali terjadi pada makanan yang dihindari oleh penderita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Setelah makan berlebihan, orang dengan kondisi ini akan merasa bersalah dan malu ata perilakunya tersebut. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat penderitanya berusaha keras untuk menurunkan berat badan sehingga penderita akan memiliki berat badan berlebihan atau obesitas.<br \/>\nBinge eating disorder umumnya terjadi di kalangan remaja yaitu selama masa remaja dan dewasa awal tetapi terlihat perkembangannya di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Terus gimana sih caranya kita mencegah supaya tidak terkena penyakit eating disorder ini? Sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mencegah gangguan makan. Tetapi menurut Dokter Pittara dalam <a href=\"http:\/\/www.alodokter.com\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">www.alodokter.com<\/a>, orang-orang dapat terhindar dari serangan gangguan makan jika menerapkan pola makan yang sehat. Nah, berikut ini merupakan beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain:<br \/>\n1.\tMenerapkan pola pikir yang sehat dan seimbang terhadap makan, berat badan, dan bentuk tubuh<br \/>\n2.\tMenghilangkan pemikiran bahwa berat badan dan bentuk tubuh menentukan kesuksesan dan kebahagiaan<br \/>\n3.\tMenanamkan pemahaman bahwa diet ketat bisa menyebabkan gangguan, baik fisik maupun mental<br \/>\n4.\tMengonsumsi makanan seimbang<br \/>\n5.\tMelakukan olahraga secara rutin<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/mental\/gangguan-makan\/eating-disorder\/\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/hellosehat.com\/mental\/gangguan-makan\/eating-disorder\/<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/common-eating-disorders\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/common-eating-disorders<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EATING DISORDER &emsp;&emsp;Tahu gak sih kalian apa itu eating disorder atau bisa juga disebut dengan gangguan makan? Eating disorder atau gangguan makan adalah kondisi pada seseorang terkait dengan perilaku makan yang tidak<a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=3531\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,11],"tags":[],"class_list":["post-3531","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-medkominfo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3531\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}