{"id":3203,"date":"2022-04-13T07:15:18","date_gmt":"2022-04-13T07:15:18","guid":{"rendered":"https:\/\/bem.fmipa.unej.ac.id\/?p=3203"},"modified":"2022-04-13T07:15:18","modified_gmt":"2022-04-13T07:15:18","slug":"apa-itu-linkedin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=3203","title":{"rendered":"#1 ARTIKEL-APA ITU LINKEDIN?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>LinkedIN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/L.jpg\" alt=\"\" width=\"284\" height=\"177\" class=\"alignnone size-full wp-image-3204\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Pasti kalian tidak asing lagi dengan media sosial linkedIn, media sosial yang sering digunakan mahasiswa yang sudah lulus kuliah atau mungkin yang masih kuliah namun sudah siap untuk terjun di dunia kerja. LinkedIn hadir sebagai platform dengan tujuan khusus sebagai tempat untuk pengguna mengembangkan profesionalitsnya di bidang karir atau pekerjaan. LinkedIn merupakan wadah berjejaring bagi siapa saja yang ingin mengembangkan kemampuan kerja secara profesional. Didalam LinkedIn seseorang hanya akan menemukan konten-konten yang dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan karir atau bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;LinkedIn pertama kali didirikan oleh Reid Hoffman pada tahun 2002 dan resmi diluncurkan pada 5 Mei 2003. Tahun 2006, LinkedIn diakses kurang lebih 20 juta orang. Tahun 2007 LinkedIn memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, diantaranya 150 perusahaan industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi. Tahun 2013, LinkedIn melaporkan telah memiliki pengguna aktif lebih dari 259 juta yang tersebar di 200 negara di dunia dan LinkedIn masih eksis sampai sekarang, terutama dilakangan mahasiswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Nah dari penjelasan diatas, sebenernya penting nggak sih buat mahasiswa zaman sekarang (belum tingkat akhir) untuk punya profile LinkedIn? Banyak yang berpendapat kalau LinkedIn itu penting, kenapa? Menurut salah satu Freelance Graphic Designer berpendapat bahwa LinkedIn bisa ngebantu proses self discovery bagi mahasiswa dan juga bisa ngebantu buat branching ke banyak professionals di berbagai bidang sehingga jadi lebih tahu rencana kedepannya tuh mau ngapain. Pendapat yang lain menurut Community Staff at Primatika Group, hal ini tergantung dengan kebutuhan mahasiswa tersebut. Jika memang ia berminat untuk masuk ke dunia profesional secara lebih awal, LinkedIn merupakan platform yang tepat karena dapat membantu mahasiswa untuk menemukan kesempatan kerja sebagai pemagang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Namun perlu diperhatikan juga dalam membuat LinkedIn agar tidak melakukan kesalahan fatal, mengutip dari CNBC Indonesia ada 9 kesalahan fatal yang harus dihindari: <\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.\tHanya menulis jabatan pekerjaan<br \/>\ndaripada hanya menulis sekadar jabatan saja, akan lebih baik jika anda bisa tambahkan bidang pekerjaan anda secara lebih spesifik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2.\tMembiarkan ringkasan kosong<br \/>\nIngat, ringkasan tidak boleh hanya mengulang pengalaman kerja Anda saja. Gunakan LinkedIn untuk menjelaskan apa minat Anda, kelebihan, yang disukai, dan apa yang anda cari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3.\tTidak menggunakan foto yang professional<br \/>\nMenurut Dickstein (pendiri Ready Set Rock Academy) foto yang sebaiknya diposting di LinkedIn dapat mencerminkan diri Anda dengan baik. Pastikan kepala dan wajah Anda terlihat jelas, latar belakang foto harus sederhana, kemudian gunakan baju kasual dan rapi.<br \/>\n&#8220;Jangan pernah berharap seorang perekrut memilih diri Anda jika Anda sendiri tidak dapat menunjukkan diri Anda secara profesional di LinkedIn,&#8221; kata Leclaire (pendiri Ready Set Rock Academy).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4.\tTidak menjelaskan pengalaman pekerkajaan<br \/>\njelaskan pengalaman pekerjaan sebelumnya secara singkat dan jelas. Seseorang bisa memilih pengalaman yang paling menunjukkan kemampuan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">5.\tTidak mempunyai catatan rekomendasi<br \/>\ntidak perlu memiliki banyak rekomendasi, tetapi Dickstein (pendiri Ready Set Rock Academy) menilai catatan itu dapat mencerminkan apa yang anda lakukan ditempat kerja dan bagaimana cara anda melakukannya, terutama ketika anda dapat bekerja sama dengan orang lain dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">6.\tBukan pengguna aktif LinkedIn<br \/>\n&#8220;posting sesuatu di LinkedIn. Posting foto acara yang anda hadiri. Berikan komentar di postingan seseorang. Anda akan terlihat aktif dengan melakukan hal-hal itu.&#8221; Hal ini disampaikan Kim Infanti, Direktur Eksekutif di Kantor Alumni Keterlibatan Universitas Syracuse kepada Business Insider.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">7.\tTidak menunjukkan hobi atau minat di profil<br \/>\nMemposting sesuatu di LinkedIn bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk memamerkan hobi dan minat seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">8.\tBelum memanfaatkan alat pencarian linkedIn<br \/>\nManfaatkan berbagai opsi pencarian yang ada di LinkedIn. Hal tersebut memungkinkan anda untuk mencari seseorang atau pekerjaan berdasarkan lokasi, bidang industri, perusahaan, dan masih banyak filter lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">9.\tTidak membangun hubungan dengan perekrut<br \/>\nLeclaire (pendiri Ready Set Rock Academy) menyarankan anda untuk membangun dan menjaga hubungan dengan beberapa perkerut atau perusahaan secara profesional. Jangan sampai anda tampak putus asa atau memberikan kesan bahwa anda sangat menginginkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&emsp;&emsp;Dapat disimpulkan bahwa LinkedIn merupkan salah satu platform yang dapat membantu semua kalangan yang ingin mengembangkan minatnya di bidang karir, namun perlu diingat juga Linkedin bukan platform sembarangan atau tempat untuk menggunggah suatu lelucon jadi penggunaan LinkedIn harus dimanfaatkan dengan baik. <\/p>\n<p>___________________<br \/>\nKEMENTERIAN MEDINFO<br \/>\nKABINET RAKSABHINAYA 2022<br \/>\nBEMF MIPA UNEJ 2022<br \/>\n#BEMFMIPA2022<br \/>\n#RAKSABHINAYA2022<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LinkedIN &emsp;&emsp;Pasti kalian tidak asing lagi dengan media sosial linkedIn, media sosial yang sering digunakan mahasiswa yang sudah lulus kuliah atau mungkin yang masih kuliah namun sudah siap untuk terjun di dunia<a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=3203\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,11],"tags":[],"class_list":["post-3203","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-medkominfo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3203\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}