{"id":2352,"date":"2021-07-28T10:52:34","date_gmt":"2021-07-28T10:52:34","guid":{"rendered":"http:\/\/bem.fmipa.unej.ac.id\/?p=2352"},"modified":"2021-07-28T10:52:34","modified_gmt":"2021-07-28T10:52:34","slug":"ilmu-pedia-6-jembatan-konigsberg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=2352","title":{"rendered":"ILMU PEDIA #6 : JEMBATAN KONIGSBERG"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>JEMBATAN KONIGSBERG<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_120-300x142.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"142\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2359\" \/>\n<\/p>\n<p><strong>KONIGSBERG<\/strong><br \/>\nK\u00f6nigsberg merupakan nama lama dari kota Kaliningrad. Awalnya K\u00f6nigsberg  merupakan kota Sambia atau Prusia Lama, tetapi kemudian berada di bawah kekuasaan Negara Ordo Teutonik, Kadipaten Prusia, Kerajaan Prusia. Kota ini kini merupakan ibu kota Oblast Kaliningrad di Rusia, yang merupakan sebuah eksklave yang berbatasan langsung dengan Lituania di utara dan Polandia di selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_121-300x223.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"223\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2358\" \/><\/p>\n<p><strong>Tahukah Kamu?<\/strong><br \/>\nMasalah jembatan K\u00f6nigsberg adalah teka-teki lama terkait kemungkinan menemukan jalan setapak di tujuh jembatan yang membentang di sepanjang sebuah sungai bercabang yang melewati dua pulau tetapi tanpa melewati jembatan dua kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_122-300x159.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"159\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2357\" \/><\/p>\n<p><strong>Leonhard Euler<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_123-198x300.png\" alt=\"\" width=\"198\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2356\" \/><\/p>\n<p>Leonhard Euler adalah seorang ahli matematika asal Swiss yang mencoba untuk memecahkan Masalah jembatan K\u00f6nigsberg dengan teorema Graph. Dari adanya 7 (tujuh) buah jembatan yang dapat menghubungkan 2 (dua) pulau dan sebuah sungai tersebut, Euler kemudian mencari solusi dengan membentuk model jembatan K\u00f6nigsberg meggunakan multigraph. Berdasarkan teori grafik (graph), istilah grafik disini tidak mengacu pada grafik data, seperti grafik garis atau grafik batang. Grafik yang dimaksud mengacu pada sekumpulan simpul (titik) dan tepi (garis) yang menghubungkan simpul. Bila dua simpul digabungkan lebih dari satu tepi, grafiknya disebut sebagai multigraph. Pada multigraph jembatan K\u00f6nigsberg terdapat 2 (dua) elemen yaitu himpunan vertex (titik\/node) dan himpunan edge (garis) yang saling menghubungkan garis antar vertex. <\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_124.png\" alt=\"\" width=\"208\" height=\"300\" class=\"alignnone size-full wp-image-2355\" \/><\/p>\n<p>Titik-titik yang diberi label X,Y,Z, dan W pada gambar diatas disebut sebagai vertex dan garis saling menghubungkan antar titik disebut dengan edge. Pada semua multigraph Euler terdapat sebuah aturan yang dapat dipakai dalam mencari solusi pada jembatan K\u00f6nigsberg, sehingga aturan ini disebut dengan sebutan Eulerian path, yang berbunyi: \u201cAndai kita mempunyai sebuah multigraph untuk beberapa pasang verteks sehingga akan terdapat sebuah path (lintasan) diantara verteks-verteks tersebut. Multigraph tersebut memiliki eulerian  path dan jika terdapat 0 atau 2 verteks maka banyak edge yang meninggalkan verteks tersebut akan berjumlah ganjil\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_125-300x179.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"179\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2354\" \/><\/p>\n<p>Lintasan Euler (Eulerian path ) merupakan lintasan yang melewati semua ruas pada graph tepat satu kali. Pada Multigraph jembatan K\u00f6nigsberg diatas terdapat empat vertex, dimana  pada keempat vertex tersebut memiliki edge sehingga meninggalkan verteks yang berjumlah ganjil. Maka, berdasarkan aturan Eulirian path terbukti bahwa multigraph jembatan K\u00f6nigsberg tidak memiliki Eulirian path. <\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Screenshot_126-300x242.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"242\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2353\" \/><\/p>\n<p>Pada permasalahan jembatan K\u00f6nigsberg menghasilkan solusi yang diperoleh melalui analogika bahwa setiap jembatan dimisalkan sebagai sisi dan setiap daratan diumpamakan sebagai simpul pada graph sehingga terbentuklah  graph yang lengkap. Dengan memperhitungkan derajat dalam graph dari setiap simpulnya maka dengan menggunakan metode pembuktian di atas, kita dapat mengetahui bahwa jembatan K\u00f6nigsberg tidak memiliki Eulirian path sehingga suatu lintasan dari setiap sisi tidak dapat dilalui  hanya satu kali saja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JEMBATAN KONIGSBERG KONIGSBERG K\u00f6nigsberg merupakan nama lama dari kota Kaliningrad. Awalnya K\u00f6nigsberg merupakan kota Sambia atau Prusia Lama, tetapi kemudian berada di bawah kekuasaan Negara Ordo Teutonik, Kadipaten Prusia, Kerajaan Prusia. Kota<a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/?p=2352\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2352","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2352"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2352\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bem.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}